Pengertian dan Sejarah Penyiaran
By
Muhammad Luthfi Syaf
Pengertian dan Sejarah Penyiaran
Penyiaran adalah pendistribusian muatan audio atau video kepada pemirsa
yang tersebar melalui berbagai medium komunikasi massa, namun umumnya
menggunakan spektrum elektromagnetik (gelombang radio), dalam suatu
model satu-untuk-banyak. Penyiaran merupakan kegiatan penyelenggaraan
siaran, yaitu rangkaian mata acara dalam bentuk audio, suara atau visual
gambar yang ditransmisikan dalam bentuk sinyal suara atau gambar, baik
melalui udara maupun melalui kabel dan atau serat optik yang dapat
diterima oleh pesawat penerima di rumah-rumah
Penyiaran dimulai dengan radio AM, yang menjadi populer pada sekitar
tahun 1920 seiring dengan banyaknya penggunaan tabung vakum, pemancar
dan penerima radio. Sebelumnya, seluruh bentuk komunikasi elektronik
(radio, telepon, dan telegraf) berbasis satu-untuk-satu, dengan pesan
yang ditujukan hanya untuk satu penerima. Istilah penyiaran, dipinjam
dari suatu metode pertanian untuk menebar benih di ladang dengan
melempar benih-benih tersebut diciptakan oleh baik manager KDKA Frank
Conrad atau sejarawan RCA George Clark pada sekitar tahun 1920 untuk
membedakan aktivitas ini dengan komunikasi "satu-untuk-banyak; suatu
stasiun radio tunggal dapat mentransimisikan kepada banyak pendengar.
Sejarah
Penyiaran pada mulanya terdiri dari pengiriman sinyal telegraf melalui
gelombang udara, menggunakan kode Morse, sebuah sistem yang dikembangkan
pada tahun 1830-an oleh Samuel F. B. Morse, fisikawan Joseph Henry dan
Alfred Vail. Mereka mengembangkan suatu sistem telegraf listrik yang
mengirimkan pulsa pada arus listrik melalui kawat yang dikendalikan oleh
suatu magnet listrik yang berada di ujung penerima sistem telegraf.
Sebuah kode diperlukan untuk mentransmisikan bahasa alami hanya dengan
menggunakan pulsa ini, dan keheningan di antara keduanya. Oleh karena
itu, Morse mengembangkan cikal bakal kode Morse Internasional modern.
Penyiaran audio mulai bereksperimen pada dekade pertama abad ke-20. Pada
awal 1920-an, penyiaran radio menjadi media rumah tangga, pada awalnya
di pita AM dan kemudian di FM. Penyiaran televisi dimulai secara
eksperimental pada tahun 1920-an dan menyebar luas setelah Perang Dunia
II, dengan menggunakan VHF dan UHF. Penyiaran satelit dimulai pada tahun
1960-an dan beralih ke penggunaan industri secara umum pada tahun
1970-an, dengan DBS (Direct Broadcast Satellites) yang muncul pada tahun
1980-an.
Awalnya seluruh penyiaran terdiri dari sinyal analog menggunakan teknik
transmisi analog. Namun, pada tahun 2000-an, penyiaran berpindah
menggunakan sinyal digital menggunakan teknik transmisi digital. Dalam
penggunaan secara umum, penyiaran paling sering mengacu pada transmisi
informasi dan pemrograman hiburan dari berbagai sumber kepada masyarakat
umum.
Sejarah Kemunculan Radio Indonesia
Pada tanggal 1 April 1933, Mangkunegoro VII dan Sarsito Mangunkusumo mendirikan SRV (Solossche Radio Vereenging) di Surakarta. Bisa dikatakan SRV adalah pelopor timbulnya siaran radio yang diusahakan oleh bangsa indonesia sendiri. Sedangkan radio siaran pertama diusahakan oleh Hindia Belanda yaitu pada tanggal 16 Juni 1925 yang bernama BRV (BTaviasche Radio Vereenging) di Jakarta. Badan-badan radio yang lain adalah:
NIROM: Nederlansch Indische Radio Omroep Mij di Jakarta, Bandung ,dan Medan.
MAVRO: Mataramse Vereenging Voor Radio Omroep di Yogyakarta. Atas usaha M. Sutarjo Kartohadikusumo dan Saraito Mangunkusumo tanggal 24 Maret 1937 di dirikan PPRK (perserikatan perkumpulan radio ketimuran) di Bandung dengan tujuan berupaya memajukan kesenian dan kebudayaan nasional guna kemajuan masyarakat indonesia secara rohani maupun jasmani.Pada masa penduduk jepang, penyelenggaraan radio ditangani oleh Hoso Kanri Kyoku. Perkembangan radio merosot karena semua radio siaran diarahkan untuk kepentingan militer jepang. pada awal kemerdekaan, Radi berperan menyebarkan berita proklamasi.
Pada tanggal 1 April 1933, Mangkunegoro VII dan Sarsito Mangunkusumo mendirikan SRV (Solossche Radio Vereenging) di Surakarta. Bisa dikatakan SRV adalah pelopor timbulnya siaran radio yang diusahakan oleh bangsa indonesia sendiri. Sedangkan radio siaran pertama diusahakan oleh Hindia Belanda yaitu pada tanggal 16 Juni 1925 yang bernama BRV (BTaviasche Radio Vereenging) di Jakarta. Badan-badan radio yang lain adalah:
NIROM: Nederlansch Indische Radio Omroep Mij di Jakarta, Bandung ,dan Medan.
MAVRO: Mataramse Vereenging Voor Radio Omroep di Yogyakarta. Atas usaha M. Sutarjo Kartohadikusumo dan Saraito Mangunkusumo tanggal 24 Maret 1937 di dirikan PPRK (perserikatan perkumpulan radio ketimuran) di Bandung dengan tujuan berupaya memajukan kesenian dan kebudayaan nasional guna kemajuan masyarakat indonesia secara rohani maupun jasmani.Pada masa penduduk jepang, penyelenggaraan radio ditangani oleh Hoso Kanri Kyoku. Perkembangan radio merosot karena semua radio siaran diarahkan untuk kepentingan militer jepang. pada awal kemerdekaan, Radi berperan menyebarkan berita proklamasi.
Nama : Muhammad Luthfi Syaf
NIM : 1740210066
DOSEN : Ibu Primi Rohimi, S.Sos, MSI
more »




